kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Jam Kerja

Jam kerja paling panjang itu antara lain adalah milik para dokter di Indonesia…. Read the rest of this entry »

Filed under: Dokter Indonesia

BPJS Kesehatan, Biaya Kapitasi Dokter Minim

Rabu, 15 Januari 2014 – 11:41 wib | lifestyle.okezone.com

BIAYA kapitasi atau jumlah pembayaran berdasarkan kepala yang terdaftar menjadi peserta Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk dokter pelayanan primer dinilai masih jauh dari memadai.

Read the rest of this entry »

Filed under: Kesehatan

Curhat Dokter tentang BPJS #4: Menakar BPJS

‘Anggota DPR menolak menggunakan BPJS..dengan alasan ndak manusiawi’

Pertanyaanya;Kenapa dulu di acc BPJS dengan nilai kapitasi yg begitu merendahkan luhurnya Profesi Dokter, Perawat, Dokter Gigi, Bidan,dan tenaga kesehatan yg lain??

Kenapa di acc pengajuan Anggaran Kesehatan dari APBN yg cuma kebagian 1% dari total APBN Indonesia Raya ini???

Anggaran 1% ini sudah bertahan begitu lama dari Presiden ke Presiden

BPJS sistem asuransi yg mengcover semua Rakyat Indonesia..
Sesuai hukum asuransi..makin luas kepesertaan, makin mencukupi untuk mengcover claim
Dan semua rakyat tanpa terkecuali di Lindungi sistem ini

titik kekecewaan kami ada pada penghargaan yg begitu rendah pada besaran kapitasi terhadap pembayaran kami selaku tenaga kesehatan

Sistem rujukan berjenjang..amat baik
Agar jumlah pasien tak menumpuk pada RS/ faskes tingkat lanjut..
Untuk penyakit ringan cukup pada faskes tingkat 1
..maka sebaran pasien akan jadi seperti piramida..
Sebab faskes tingkat lanjut (RS&RS rujukan) amat terbatas jumlahnya
Begitu juga tenaga medisnya..amat sangat terbatas

Sebelum ada skema rujukan berjenjang BPJS..
Semua pasien terutama yg digratiskan..lari menuju RS2 rujukan..akibatnya RS kewalahan..dan klaim pembiayaan kesehatan membengkak.

Tapi ..kini masih menyisakan PR
Bahwa >50% sarana kesehatan di Indonesia (RS,Klinik,dll) adalah milik Swasta
Tanpa ada swasta pemerintah kewalahan menyediakan sarana kesehatan (RS,Klinik,dll)
Meski 70% dari 1% Anggaran APBN (Anggaran yg dialokasikan APBN bagi kesehatan) ditumpahkan untuk sarana&prasarana kesehatan
(1% ini angkanya setara 2X pajak yg dihasilkan dari cukai rokok)

Bagaimana melibatkan mereka (swasta) dalam pelaksanaan BPJS ini?
Jumlah RS terbatas, ruang operasi terbatas, icu/iccu,nicu,picu terbatas..mustahil tak melibatkan swasta

Namun melibatkan dengan merangkul mereka..bukan dengan memaksakan&mengancam2
RSUD Tasik misalnya..pada akhirnya bangkrut akibat sistem BPJS ini..
Klaim yg cair dalam waktu yg lama sedangkan gaji, obat, sarana kesehatan, dll tak dapat ditunda pembayaranya berlama2

Pun tak semua klaim yg diajukan RS bisa di acc untuk dicairkan.Pengajuan klaim yg dirasa tak menenuhi prosedur akan dikembalikan ke RS..dan ini butuh waktu yg amat lama.Jadilah pembayaran klaim ada yg molor sampai 11 bulan..bayangkan 11 bulan tanpa gaji !!!

Betapa pentingnya BPJS ini harus bisa dipahami masyarakat..bagaimana menyentuh hati&membangun kesadaran mereka.Penduduk Indonesia yg jumlah Sarjananya tak sampai 10%..
Dan 70% nya orang miskin..
Dari itu 20% nya sangat miskin
80% nya tinggal di pedesaan

Banyak cara yg berkeadilan sosial ..untuk mengatasi solusi ini..tak melulu tenaga kesehatan yg dikorbankan
Tenaga kesehatan yg jumlahnya sedikit (dibanding jumlah rakyat indonesia) ini harus disebar ke pelosok..tapi bukan dengan paksaan atau ancaman
Sadar atau tidak negara ini bergantung pada mereka..
Bahkan TNI/Polri tidak perang setiap waktu..
Tenaga kesehatan (dokter,dokter gigi,perawat, bidan,dll) tiap kali mereka praktik..
Saat itulah ketahanan&kesejahteraan rakyat Indonesia di ‘tangan’ mereka

Kita sudah bahas tentang sebaran pasien berbentuk Piramida tadi..
Maka kita harus pahami bahwa faskes tingkat 1 (puskesmas,klinik,dll) haruslah prima..faskes tingkat 1 bukan hanya sebagai sarana kuratif (pengobatan), namun juga promotif (promosi kesehatan), dan preventif (pencegahan penyakit)
Jadi dokter,perawat, bidan di faskes (fasilitas kesehatan) tingkat 1 haruslah sepenuhnya/total menjalani tugasnya
Namun bila pendapatan mereka pas2an..sementara pekerjaan mereka beresiko..
Banyak dari mereka hijrah untuk sekolah spesialis atau hijrah ke kota besar..untuk meraih penghidupan lebih layak
Jadilah faskes tingkat 1 hanya sebagai batu loncatan..atau sampingan.Karena memang tak menjanjikan jaminan hidup yg mumpuni bagi masa depan mereka

Sudah dicoba untuk meningkatkan jumlah tenaga kesehatan&menyebar mereka ke sejumlah daerah yg membutuhkan dengan cara menambah kursi di fak.kedokteran..termasuk membuka fak.kedokteran baru di daerah2.
Namun ini menyisakan banyak PR yg cukup pelik. Tidak mumpuninya berbagai fak.kedokteran baru baik proses pendidikan maupun perekrutan mahasiswa baru..menghasilkan dokter2 yg kemampuanya masih amat perlu ditingkatkan sebelum terjun ke masyarakat langsung.
Pun..terkait minimnya penghasilan dokter umum..apalagi yg mengabdi di daerah..banyak dari mereka justru hijrah ke kota besar&berangkat spesialis tak lama setelah lulus jadi dokter.

Di Perancis seorang dokter umum bisa sampai datang ke rumah pasien hanya demi memberi nasihat kesehatan
..namun dengan pendapatannya sebagai dokter umum ia dapat hidup layak..rumah, kendaraan, pendidikan anak, dampaknya mereka fokus pada pekerjaanya mengobati masyarakat..tanpa mengkhawatirkan hal lain2nya..Ya itulah manfaatnya asuransi.Bila pasien sehat kapitasi utuh.Jadi dokter berusaha agar pasien sehat.

Kontras dengan Indonesia..jumlah dokter sedikit.Pasien berusaha menemui dokter spesialis.Dokter umum sepi pasien&penghargaan terhadap jasa medisnya murah..akibatnya seperti tadi..
Lari ke kota besar, ambil spesialisasi, praktik loncat2..
Ya karena pengkondisianya demikian.

BPJS adalah langkah besar kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia.Secara garis besar sistemnya sudah baik..
Meski ada angka2 yg perlu diperbaiki dan prosedurnya dibakukan&disederhanakan.Arah&cita2 dari bpjs pun jelas.
Agar sarana kesehatan, tarif kesehatan, tidak dikapitalisasikan&dimonopoli swasta.Hingga dapat tercipta kesehatan yg adil&merata. Semoga.
Bissmillah
Faidza azzamta fatawwakal alallahu

– Radietya Alvarabie
Dokter biasa

 

Filed under: Dokter Indonesia, Kemanusiaan, Kesehatan

BPJS Pasti Bikin Rumah Sakit Bangkrut

 

Filed under: Dokter Indonesia, Kemanusiaan, Kesehatan, Medikolegal