kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Apa Kata Dokter

Kutipan opini & curhat rekan sejawat.
(..Salam untuk dokter Indonesia,
Jangan pernah menyesal menjadi dokter,
terus semangat mengabdi,
karena dokter adalah profesi yang mulia!)

*

prihatin banget baca artikel2 ttg dokter belakangan ini..
apa sih untungnya “mengadu domba” dokter sama masyarakat sampe segininya?
..supaya dokter indonesia jadi nggak berani bertindak shg ilmunya nggak maju2 dan dokter indonesia dgn gampangnya tersingkir dari komunitas saintis internasional?
..supaya dokter indonesia nggak dipercaya sama bangsanya sendiri, shg dokter asing bebas masuk, di mana populasi yg masuk 5 bsr dunia ini merupakan pangsa pasar yg menjanjikan buat industri & bisnis kesehatan kapitalis?
..supaya sistem kesehatan indonesia hancur, biar bangsanya sakit semua, gampang dijajah, negaranya dijadiin laboratorium raksasa dan kelinci percobaan, tanpa ada dokter pribumi yang bela bangsanya sendiri?
[ef]

*

ketika semua masyarakat Indonesia banyak yang berbondong-bondong mengurus Jamkesmas/SKTM, tahukah mereka bahwa banyak obat stroke yg tidak tertanggung jamkesmas. utk kasus stroke trombotik mereka hanya dpt aspilet dan antihipertensi oral. untuk kasus stroke perdarahan hanya mendapat ranitidin saja. bahkan anti nyeri injeksipun tidak tertanggung. ketika kondisi akut menghadang, antihipertensi injeksi juga tidak tertanggung. padahal dari selang NGT ada perdarahan lambung yg tidak memungkinkan untuk pemberian antihipertensi oral. jelas2 kebijakan jamkesmas tidak mendukung pedoman terapi stroke yg dikeluarkan lembaga ahli nasional maupun internasional. pemerintah juga mengeluarkan kebijakan “pasien jamkesmas tidak boleh diresepi obat diluar jamkesmas. bila ketahuan maka dokternya salah”. lah kalo obatnya gak ada di jamkesmas trus piye. padahal pasien memerlukan obat itu. bila terjadi kematian karena tidak dimasukkannya obat2 penting tersebut. dan dokter tidak diperkenankan meresepkan obat itu lalu apa yg bisa dilakukan ? apa penyebab kematiannya ? haruskah kami meringkuk dipenjara karena kondisi ini ?
[wri]

*

Oke, kami bisa bersabar ketika kami harus menahan lapar di malam hari dan menahan malu untuk minta uang ke orang tua kami, dikarenakan kalian dengan senang hati memberi gaji yang lebih rendah dari UMR dan di rapel 3 bulan sekali..

Oke, kami bisa bersabar ketika kami harus mengingat seumur hidup kami ketika pasien kami yang kami rawat dengan sangat hati hati harus mati dengan tidak perlu hanya karena keterbatasan alat dan obat yang kalian berikan di daerah kami..

Oke, kami bisa bersabar ketika kami harus menanggung penyesalan ketika pasien kami terkena komplikasi dikarenakan tekanan darahnya naik lagi atau gula darahnya tidak terkontrol, karena kalian para idiot membatasi jumlah dan jenis obat di resep kami..

Oke, kami bisa bersabar ketika para pasien dan keluarganya mulai menyerang kami secara lisan, bahkan fisik.. masyarakat mulai menjudge kami karena keputusan kami untuk berhenti melayani kasus non gawat darurat sehari. Sehari.. di Amerika, tempat saya belajar, kasus non gawat darurat harus bikin appointment 2 minggu. dan kalian mempertanyakan sumpah kami?

Kami bisa bersabar jika kalian menyerang diri kami secara individu, membuat kami menderita secara personal. Tapi ketika itu terjadi pada keluarga kami, saudara kami, atau orang yang kami cintai yang lainnya.. kesabaran kami telah habis tuan..

Maka izinkanlah kami berhenti bekerja untuk esok hari. Agar mereka tahu apa yang terjadi ketika dokter tidak ada.. [dap]

*

Subuh tadi, wartawan penulis berita yang menghujat profesi kedokteran di Manado Post beberapa waktu lalu, membawa anaknya ke Instalasi Rawat Darurat Anak Rumah Sakit Prof dr. R.D. Kandou Manado. Beliau sempat takut akan dipersulit dokter. Tapi, sejawat di IRD tetap memeriksa dan membantu beliau yang terhormat. Maaf, Dokter adalah kaum bermoral dan beradab. Bagaimanapun yang telah Anda lakukan kepada Dokter, kesehatan Anda dan keluarga Anda adalah tetap prioritas kami. Pekerjaan kami adalah bagian dari ibadah kami. Semoga Anda mengerti. Kami bangga menjadi Dokter Indonesia…

*

Dokter dan team medis lain membutuhkan rasa aman tanpa ada ancaman kriminalisasi,kami bekerja dgn pengetahuan dan skill yg terbaik untuk pasien sesuai sumpah kami ketika kami berdedikasi menjadi dokter
[ih]

*

Hari ini izinkan kami sehari saja jd manusia biasa, kami istirahat sejenak dr mjd dokter, agar hati kami tenang, keluarga kami tidk kecewa melihat usaha kami menolong sesama dibalas dgn cacian, hujatan n penjara. Besok biar pak hakim Ɣªήğ resusitasi, biar pak jaksa Ɣªήğ intubasi, pak pengacara Ɣªήğ informed consent, pak polisi Ɣªήğ meredam amarah pasien n keluarga, pak LSM Ɣªήğ menjelaskan kpd keluarga klu RJPOnya gagal.

Barangkali inilah saatnya
Ketika langkah kita tak boleh berhenti begitu saja
Karena penguasa tak mau peduli
Ketika kita telah dikriminalisasi
Padahal telah bekerja sesuai standar profesi

Maafkan kami para dokter yang terluka
Kalau suatu hari nanti kami mau cuti bersama
Karena sudah terlalu letih kami bekerja
Melaksanakan profesi menyelamatkan nyawa
Dan meningkatkan kualitas hidup bangsa

Jangan bilang dokter mogok kerja
Bukankah cuti bersama boleh saja
Walaupun bersama sama seluruh Nusantara?
Dan jangan bilang ini arogansi semata
Karena kami juga manusia biasa

Ya, kami memang manusia biasa
Yang kecewa ketika diperlakukan tanpa rasa
Yang terluka ketika disiram kopi panas di wajah ini
Yang tak berdaya ketika dipenjara
Yang terhina ketika iklan bohong kesehatan dibiarkan merajalela
Padahal korban berjatuhan di mana mana

Maafkan kami kalau suatu hari nanti kami cuti bersama
Tetapi janganlah bingung dan kecewa
Karena kalian boleh datangi mereka
Yang mampu sembuhkan kanker payudara tanpa obat apalagi operasi
Yang sembuhkan kanker peranakan dengan ramuan asli
Yang sembuhkan AIDS dalam tiga bulan
Yang sembuhkan impoten dengan ramuan tanaman
Dan yang sanggup mengembalikan keperawanan

Sulit kami mengerti mengapa penguasa melakukan pembiaran
Padahal semuanya ini jelas penipuan
Sementara dokter terus ditekan
Dan akhirnya masuk rumah tahanan
Masih adakah di negeri ini keadilan dan kebenaran?

Akhirnya maafkan kami wahai para penguasa negeri ini
Karena walaupun kami tak kalah dengan dokter di luar negeri
Tetapi kami tak mampu mengatasi penyakit gemar korupsi

*

Apakah dokter itu

Saya tidak suka
Jika aku dikatakan tidak peduli
Terlebih saat jelas aku sudah memberi
Dan saat jelas balasan mereka
Menyentak hati..
Memutus rasa

Tidak mungkin lagi berarti
Saat usaha..kami dokter, dituntut pasti
Saat harapmu .. pasien, musti terberi
Rasa puas dan sukamu
Berbela dendam?.

Aku kini tidak mau lagi
Tersandera pada kata
Dibalik tabir etika yang menjadi
Alatmu untuk mengebiri

Aku dokter harus meregang
Menatap siapa yang menantang
Menantang siapa yang menghalangi
Tujuan bakti ku…
Menolong sesama..

Tapi tetap aku.tidak mau terjebak
hukum..Yang malah mencelakai sumpah ku
Untuk menggapai bahagia hayati
Bersama di dunia dan nanti akhirati

Mari kita menjaga harga diri,.. dari penegak hukum yg tidak mau mengerti
Mari..Melawan… terserah biarkan mereka ..

[Hari Wujoso]

*

Saya BUKAN dokter tapi dalam hidup saya yg sdh hampir 50 thn, saya mengenal banyak dokter baik karena mereka adalah sahabat sy pun krn saya adalah pasien mereka….dan saya bersyukur bahwa saya berjumpa, dan mengenal banyak dokter yang punya hati untuk manusia dan mau berkorban utk sebuah kehidupan….dan membaca artikel diatas sungguh saya merasa “tercekat” karena ketidakadilan sementara hidup dihati banyak manusia indonesia….saya “takut” -sekarang dokter- jangan sampai giliran berikutnya adalah TUHAN yg “dipenjarakan” karena kesalahan dijatuhkan padaNYA ketika suatu kematian sedang terjadi. Saya takut ketika kita mampu membayar nyawa karena kita punya uang tapi saat nyawa tdk terbayar karena kematian kita langsung menimpahkan keslahan pd “tangan2” yg sebenarnya BEKERJA SANGAT KERAS untuk suatu kehidupan. Saya prihatin karena UANG dan KEKUASAAN membuat IMAN kita LEMAH dan HARAPAN kita HANCUR sehingga memandang kematian sebagai sebuah KEGAGALAN…..saya berdoa utk para Dokter Indonesia besok dlm misa pagi….spy mereka tetap kuat dan tulus melayani walaupun ada “bencana” ini…..dan kpd umat beriman mari kita melihat setiap peristiwa hidup sebagai cara TUHAN mau membuka “mata” kita untuk melihat bahwa DIA mahakuasa…berkuasa atas HIDUP dan KEHIDUPAN kita. Tuhan memberkati para Dokter dan umat semua….Rm. Agustinus Soplanit MSC.

*

PUISI PERMINTAAN MAAF
dari dokter Indonesia.

Barangkali inilah saatnya
Ketika langkah kita tak boleh berhenti begitu saja
Karena penguasa tak mau peduli
Ketika kita telah dikriminalisasi
Padahal telah bekerja sesuai standar profesi

Maafkan kami para dokter yang terluka
Kalau suatu hari nanti kami mau cuti bersama
Karena sudah terlalu letih kami bekerja
Melaksanakan profesi menyelamatkan nyawa
Dan meningkatkan kualitas hidup bangsa

Jangan bilang dokter mogok kerja
Bukankah cuti bersama boleh saja
Walaupun bersama sama seluruh Nusantara?
Dan jangan bilang ini arogansi semata
Karena kami juga manusia biasa

Ya, kami memang manusia biasa
Yang kecewa ketika diperlakukan tanpa rasa
Yang terluka ketika disiram kopi panas di wajah ini
Yang tak berdaya ketika dipenjara
Yang terhina ketika iklan bohong kesehatan dibiarkan merajalela
Padahal korban berjatuhan di mana mana

Maafkan kami kalau suatu hari nanti kami cuti bersama
Tetapi janganlah bingung dan kecewa
Karena kalian boleh datangi mereka
Yang mampu sembuhkan kanker payudara tanpa obat apalagi operasi
Yang sembuhkan kanker peranakan dengan ramuan asli
Yang sembuhkan AIDS dalam tiga bulan
Yang sembuhkan impoten dengan ramuan tanaman
Dan yang sanggup mengembalikan keperawanan

Sulit kami mengerti mengapa penguasa melakukan pembiaran
Padahal semuanya ini jelas penipuan
Sementara dokter terus ditekan
Dan akhirnya masuk rumah tahanan
Masih adakah di negeri ini keadilan dan kebenaran?

Akhirnya maafkan kami wahai para penguasa negeri ini
Karena walaupun kami tak kalah dengan dokter di luar negeri
Tetapi kami tak mampu mengatasi penyakit gemar korupsi

Sanur, Bali, 21 November 2013

*

Masa KRISIS kepercayaan dan penghargaan dokter.

Slama ini kmi bkerja dg nurani.ada orng butuh, kami tolong. Ada prinsip “altruism” dlm profesi kami,yaitu mngutamakan kpentingan pasien drpd pribadi. Trmsuk menunda makan tidur istirahat kami utk bekerja hingga diusia 50th,sudah byk yg penyakit jantung dr kami.
Kami sudah berupaya mengobati,takdir Tuhan yg menentukan.
kami juga sedih,tegang kadang stress klo ada yg semakin parah, meninggal. Utk apa kami sengaja mmbunuh smntra tdk ada keuntungan sedikitpun. Ini jg berlaku utk perawat, bidan, tenaga kesehatan lain,g cm dokter.

Tapi kini semakin banyak yg menghujat&menyudutkan. Kami cm mau dihargai. Bukn dituduh dan diperlakukn spt teroris,pemerkosa.
Kalau ada yg bilang km vampir penghisap uang,, mari dilihat dulu…
Honor internship 1juta an/bulan,dirapel 3bulan. Honor pns gSampe 5jt. Swasta, variasi. Sisanya, jasa tindakan, praktik d bbrp tmp, tarif perpasien dll sesuai kebijakan RS, perda, klinik. Sering jg usaha sampingan, bisnis. Kuliah jg menyita uang,tenaga, waktu. Kami jg punya anak istri suami yg punya kbutuhan, dihidupi.

Jgn lupa melihat dokter di desa, di pedalaman. G jarang kejadian meninggal saat mengendarai ambulans jemput pasien, ikut terluka saat perangsuku, jarak berkilo2, susah diakses kndaraan, rolling puskesmas-rs tiap hari, gaji rapel 3bulan, mngerti kondisi warga jd g jarang gratis- cm beli obat, dll.
Its true. Org tua sy, teman2 sy, orng2 yg skrg jd dosen, senior, msh byk yg mengalami.

Marilah saling menghargai..
Jangan jd, gajah di pelupuk mata tak nampak, kuman di seberang lautan nampak.
Kami jg manusia biasa. Kami jg bs sakit. Kami jg rakyat. Kalau bilang mana nurani kami mogok ngobatin utk 1hari, jwbny msh ada, setiap hari kami melakukanny cm ga diliat. Toh utk kasus kegawatan, igd, icu,iccu, nicu, orang melahirkan, kecelakaan, oprasi gawatdarurat yg mengancam nyawa bila tak dilakukan, dll – kami tetap ada. Sudah ada sistem yg membuat kami dipanggil utk pelayanan ksehatan trsbut.
Di rs, puskesmas, msh ada kok dokter2 hari ini. Kami gak mogok sepenuhnya.

Marilah saling menghargai masa krisis ini yg bs mematikan profesi kesehatan.
[tn]

*

Menjelang AFTA 2014, saat tenaga kesehatan asing masuk indonesia, dokter dalam negeri harus dipojokkan dulu biar yg asing semakin berkuasa
[fr]

*

Menjadi dokter adalah panggilan hati,

Ketika orang di luar sana berpikir menjadi kaya raya dengan menjadi dokter, berpikirlah dua kali

Mencukupi adalah kata yang lebih tepat,

Jika ingin kaya raya, jadilah pengusaha atau profesi lainnya

Ketika orang di luar sana selesai pendidikan, kerja, punya penghasilan tetap. Banyak dari dokter yang masih berkutat dengan textbook

Siapa bilang nikmat menjadi dokter? Jaga malam, mendengarkan keluhan pasien sementara keluhan sendiri tidak didengarkan, pulang malam, istirahat kurang, berbakti nun jauh disana meninggalkan keluarga

Tapi, apa yang membuat kami menjadi dokter?
Profesi yang mulia, menjadi investasi ketika di hari perhitungan kelak,
Ketika menolong manusia menjadi pekerjaan sehari-hari
Pada dasarnya, panggilan hati…
Bagaimana dengan anda?
[ash]

*

Untukmu Teman Sejawat (yg dalam sumpah kami katakan laksana SAUDARA KANDUNG)

Kali ini ditemani oleh rintik hujan.. mungkin langit tahu betapa sedihnya kita saat ini.. Ditengah-tengah banyaknya kejadian diantara kita. Tapi aq ingin mengabarkan sedikit berita duhai teman… Masih banyak saudara-saudara kita di luar sana (yang bukan tenaga medis) masih menghargai kita sebagai dokter. Tahu posisi kita, dan bahkan banyak diantaranya mendukung kita untuk menghentikan kriminalisasi dokter di Indonesia. Jangan habiskan tenagamu teman untuk mereka yang membenci kita. Karna bisa jadi kita akan kehabisan energi untuk menolong mereka yang masih percaya dengan kita. Dan tak usahlah mengeluh dengan cacian para “pembenci” kita… Bukankah sudah biasa kita dicaci, dimaki, ditendang, diludahi, ditampar bahkan dipukuli mana kala kita dulu dalam masa pendidikan? Pun bukan berarti kita diam.. Mari kita tunjukkan ketulusan hati kita dengan terus memberikan yang terbaik. Karna kita tidak pernah sendiri.. Di luar sana, ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan orang yang masih percaya dan membutuhkan pertolongan kita. Mereka ada dalam SUMPAH DOKTER kita, pun teman sejawat kita yang juga tercantum dalam SUMPAH DOKTER kita.

Kencangnya badai takkan selamanya hadir… Pun “badai” kriminalisasi dokter Indonesia. Karna “badai” ini membuat kita semakin kuat, semakin tabah, semakin tegar untuk semakin kokoh berdiri sebagai TENAGA PENGABDI. Kita adalah DOKTER INDONESIA, dilahirkan dengan kondisi yang serba tidak ideal. Kita BUKAN PENGELUH, BUKAN PENCACI KEADAAN, tetapi kita adalah DOKTER TERBAIK bagi setiap pasien yang TUHAN hadirkan dalam hidup kita!
[zbs]

*

Baru saja selesai menolong seorang ibu melahirkan bayinya.. Memandang si ibu dan ayah yang sedang memeluk si bayi merah yang diletakkan di dada ibunya dengan wajah bahagia, segumpal rasa lega menyeruak dari hati.. Berbulan waktu digunakan untuk membimbing si calon ibu agar merawat kehamilannya dengan baik.. Berbulan juga waktu mengamati pertumbuhan si janin dan kondisi si ibu agar tiada kendala.. Ditambah beberapa jam lalu tak tenang fikiran memantau perkembangan proses persalinan si ibu meski hari ini adalah hari libur yang selayaknya digunakan untuk beristirahat dan berlibur bersama keluarga… Tak luput doa dipanjatkan pada Sang Penguasa kehidupan agar memberi kesempatan pada keluarga baru itu untuk tetap bersama, karena kami sadar, bagaimanapun kuatnya kami berusaha, nyawa bukanlah milik kami…. Kemudian terbersit ingatan pada rekan kami dr Ayu yang sedang berjuang dari balik terali penjara….. Ya Allah, bukakan dan jernihkan hati para penuntut yang penuh dendam .. Bukakan hati para penguasa hukum yang diberi amanah menegakkan keadilan…. TAK ADA DIHATI KAMI PARA DOKTER NIAT UNTUK MENGHILANGKAN NYAWA SESEORANG…. Kami selalu dituntut untuk bekerja bagaimanapun adanya fasilitas yang disediakan, kami tidak pernah berdemo dan mogok kerja walau kadang tidak digaji atau diberi imbalan dibawah UMR…. Kami yang selalu dimanfaatkan untuk memberi pelayanan gratis dalam janji2 politik…. Tapi apa imbalannya? PENJARA untuk rekan kami !! Untuk hilangnya nyawa yang bukan dalam kuasa mereka.. Untuk kesemrawutan pelayanan di suatu sarana yang juga bukan tanggung jawab mereka… Wajar kalau kami kecewa.. Atas kebisuan para penguasa… Wajar kalau kami kecewa.. Atas ketidak adilan para penguasa hukum… Kalau satu hari nanti kami minta waktu untuk berhenti bekerja sejenak.. Kami bukan mogok bekerja… Kami hanya ingin mengumpulkan kekuatan bersama untuk BERDOA! Semoga Yang Maha Kuasa membukakan hati para penguasa di bumi tercinta ini…[Dwiana Ocviyanti]

Daripada baca semua hal yg membuat sakit hati (setelah bertahun2 mengorbankan waktu keluarga, ketularan sakit, badan jadi kurus, tidur ga nyenyak), lebih baik saya buka laptop kerjakan tugas, belajar imaging, baca reperfusion injury. Itu jauuuh lebih menarik drpd baca cacian ga jelas dari orang2 yg cuma mau dilayani tanpa mau tahu ada upaya apa di balik pelayanan itu.
[mp]

*

Bismillah

Kami akan mogok…
Kami akan mogok bicara…
menanggapi hal yang kami tidak punya ilmu tentangnya.

Kami akan mogok membaca…
tentang berita-berita yang kami tidak jelas mengetahuinya.

Tetapi Kami tidak akan mogok…
Menjalankan amanah ini…
Melayani masyarakat dan bangsa ini…
Tentang pentingnya nikmat Ilahi berupa kesehatan.

Kami juga tidak akan mogok berdo’a…
Karena kami hanyalah hamba-Mu…
Tempat kami meminta semuanya…
Termasuk berdo’a agar kami TIDAK mendzalimi dan TIDAK didzalimi orang lain.
[msa]

*

read, learn, and knows before you say and judge something.

Saat anda bicara pengabdian..tangan kami sudah berkuyup darah, nanah, dan bayi kurang gizi sejak pagi sampai dini hari
[ra]

*

Jika dokter adalah pengabdi (servant), maka hormati pengabdian kami…jgn hanya menuntut hak sbg pasien (minta dilayani dokter dgn bayar murah bahkan gratis) tapi tdk melihat kesejahteraan kami…bekerja 24 jam dlm sehari, dgn gaji lbh rendah dari buruh, pengabdian bagaimana lagi yg ingin anda dapatkan dari seorang dokter?
Jika dokter adalah profesi (profession), maka junjung&hargai profesi kami…biarkan kami bekerja dan berikan imbalan yg layak sesuai profesi kami…imbalan tidak hanya materi tetapi juga penghargaan atas usaha (pertolongan) yg kami berikan…tdk menuntut ke pengadilan jika pasien tdk berhasil kami tolong…karena dokter bukan Tuhan, dokter adalah manusia biasa…
Semoga yg menghujat pengabdian atau profesi dokter dibukakan mata dan hatinya…karena hari ini, besok atau lusa nanti dia akan membutuhkan pengabdian dan profesi kami (para dokter)…
[ap]

*

Hari ini, poli RSDS hanya tutup 2 jam, dengan IRD tetap buka, sudah buanyak orang menghina habis2an. Padahal waktu lebaran, bukankah rawat jalan RSU jg tutup 1minggu tapi ga ada yg protes. Hari ini kami hanya mendoakan sejawat kami yg dianiaya,meminta keadilan baginya,tapi kami dihujani protes. Klinik2 alternatif dukun yg sudah banyak diketahui tidak punya ijin dan mempromosikan kebohongan, membahayakan keselamatan pasien, dibiarkan. 
[mp]

*

Sebagai dokter, selalu mendoakan yang terbaik untuk kesehatan pasiennya, itu yang utama. Tidak pernah sebelumnya, si dokter mendahulukan doa keselamatan dirinya sendiri sebelum berdoa untuk keselamatan & kesehatan pasiennya, hingga saat ini…
[ef]

Advertisements

Filed under: Kemanusiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: