kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Dokter China Korban Kekerasan, Siapa Salah?

‘Medan Tempur’ Baru China: Rumah Sakit (2)
Deddy Sinaga – detikfinance
Senin, 04/11/2013 15:15 WIB

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2013/11/04/4/152309_dokterchina1.jpg

Jakarta -Gara-gara hidung, pria 33 tahun itu kalap bukan kepalang. Sebanyak tiga dokter di Rumah Sakit Umum di Wenling, Provinsi Zhejiang ditikam. Seorang di antaranya, Dr. Wang Yunjie namanya, tewas. Para pekan lalu, ribuan orang mengantar dokter itu ke pemakaman sembari berunjuk rasa. 

Kekerasan terhadap paramedis makin meningkat China. Ada-ada saja alasannya. Kantor berita Xinhua pada pekan lalu merilis telah terjadi 6 serangan serius terhadap paramedis, dalam waktu 10 hari saja, termasuk kasus seorang pasien yang menikam seorang dokter sebanyak enam kali sebelum terjun dari atap rumah sakit.

Lalu, yang terbaru adalah kasus seorang pria 23 tahun yang menyerang rumah sakit di Nanchang, ibu kota Provinsi Jiangxi. Dia kemudian menyandera seorang perawat, berbekal sebilah pisau. Polisi mengatakan, si pria itu sedang dipengaruhi narkotika.

Media massa menyalahkan sistem kesehatan di China yang mahal. Rumah sakit disebut sering menerapkan tarif perawatan dan pengobatan supermahal untuk mendapatkan fulus sebanyak-banyaknya. Seharusnya, pemerintah menggelar layanan kesehatan gratis.

Kualitas dokter di China pun dipertanyakan. Seperti ulasan Caixin, sebuah majalah bereputasi bagus di China. Mereka menyebutkan, ada tiga alasan: buruknya komunikasi antara dokter dan pasien, minimnya perawatan kesehatan yang bagus di kota kecil, dan amat sibuknya dokter-dokter di China.

Menurut riset Asosiasi Rumah Sakit China, pada 2012 telah terjadi 27,3 kasus per rumah sakit di China. Angka ini naik dari 20 kasus per rumah sakit pada 2008.

Di China terdapat 24 ribu rumah sakit, tapi lebih dari separuhnya berada di kota besar. Sementara kebanyakan dari 900 ribu institusi kesehatan di China berada di level akar rumput atau di kota kecil.

Padahal, sebanyak 80 persen penduduk China tinggal di pedesaan. Lantaran di daerah sulit bertemu dokter, para pesakitan pun berbondong-bondong ke perkotaan. Dokter di China pun kebanjiran pekerjaan dan rentan diserang kalau pekerjaannya dianggap tak beres.

Asosiasi Rumah Sakit China pun berteriak. “Semua paramedis merasa tak aman,” kata Eric Chong, Wakil Sekretaris Jenderal asosiasi itu. “Semua pihak harus menindaklanjuti masalah ini, kalau tidak, tak ada masa depan bagi layanan kesehatan di China.”

Hampir 40 persen tenaga medis di China, menurut asosiasi itu, berencana mengundurkan diri kalau masalah itu tak segera diatasi.

Zhu Youdi, seorang pakar kedokteran dan penulis, menyalahkan krisis komunikasi antara rumah sakit dan pasien. Kalau seorang dokter berhasil menolong pasien, keluarganya pun akan memberikan ‘sogokan’ sebagai tanda terima kasih. Tapi kalau gagal, taruhannya adalah nyawa.

Adapun Huang Jiefu, bekas Wakil Menteri Kesehatan China, mengatakan negeri itu membutuhkan badan independen untuk menangani kasus-kasus malpraktik. Rumah sakit, kata dia, mesti mengurangi wewenangnya supaya dokter ikut bertanggung jawab atas kelakuannya sendiri.

Kalau di Amerika Serikat dokter bisa dihukum kalau melakukan malpraktik, di China sebaliknya. Tanggung jawab atas kasus malpraktik, kata Jiefu, biasanya diambil alih oleh rumah sakit.

[http://finance.detik.com/read/2013/11/04/151528/2403474/4/]

*

‘Medan Tempur’ Baru China: Rumah Sakit (1)
Serangan Terhadap Paramedis di China Makin Parah
Deddy Sinaga – detikfinance
Senin, 04/11/2013 14:04 WIB

….Sejak 2002, serangan terhadap paramedis naik rata-rata 23 persen per tahun. Begitu kata Masyarakat Manajemen Rumah Sakit China dalam artikel yang dimuat di jurnal perkumpulan dokter China pada Desember lalu.

Pada pekan lalu, Perdana Menteri Li Keqiang pun urun bicara. Dia meminta semua departemen mencari jalan keluar demi melindungi praktek kedokteran.

Pengamat menilai, timbulnya permasalahan itu dipicu berbagai faktor. Di antaranya adalah rendahnya kepercayaan publik pada para dokter, tingginya biaya perawatan kesehatan, dan korupsi.

Tingginya biaya kesehatan, menurut pengamat, bahkan dapat membikin bangkrut keluarga di China. Alhasil, masyarakat yang sudah merogoh kocek dalam-dalam menginginkan hasil yang positif. Kalau sebaliknya, dengan mudah mereka akan menyalahkan dokter dan melakukan kekerasan.

Kasus-kasus yang disoroti umumnya yang terjadi di rumah sakit besar. Padahal, menurut Deng Liqiang, dari departemen hukum Asosiasi Dokter China, yang paling parah justru terjadi di rumah sakit kecil.

“Sangat mudah menemukan kasus-kasus kekerasan di rumah sakit daerah atau rumah sakit kelas tiga,” kata Liqiang.

Apa sebabnya? Liqiang menyalahkan pemerintah yang mengurangi subsidi untuk rumah sakit. Pada era 1980-an, pemerintah berinvestasi sampai 60 persen. Tapi sejak reformasi kesehatan pada 2009, subsidinya hanya 20 persen. Untuk menutupi kekurangan itu rumah sakit harus mencari duit sendiri.

Ini menyebabkan gap yang besar antara rumah sakit dengan tenaga paramedis dan fasilitas yang bagus, dengan rumah-rumah sakit kecil di daerah-daerah. Rumah sakit bagus biasanya terkonsentrasi di kota besar, sementara yang di kota kecil kurang memadai.

Tapi apa tindakan pemerintah? Komisi Perencanaan Kesehatan dan Keluarga Nasional di China justru meminta rumah sakit meningkatkan keamanannya. Mereka mengharuskan rumah sakit mempekerjakan tenaga keamanan, satu per 20 pasien. Jumlah total tenaga keamanan minimal 3 persen dari total tenaga medis.

[http://finance.detik.com/read/2013/11/04/140457/2403314/4/2/serangan-terhadap-paramedis-di-china-makin-parah]

Advertisements

Filed under: Kemanusiaan, Kesehatan, Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: