kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Dana Jamkesda Macet, Obat dan Alkes Terancam Habis

16 November 2011, 16:33:31| Laporan Agita Sukma Listyanti

suarasurabaya.net| Tidak terbayarnya dana Jamkesda non kuota tidak hanya beresiko terhadap jasa pelayanan tapi juga berpengaruh terhadap alat-alat kesehatan dan suplai obat dari distributor. 

Dari dana Jamkesda Kota Surabaya non kuota yang belum terbayar yaitu Rp 47 miliar, 60 persennya atau sekitar Rp 30 miliar untuk biaya obat. Dengan utang yang terus menunggak, menurut dr Dodo Anondo MPH Direktur RSU dr Soetomo, persediaan obat dan alat kesehatan akan habis atau tidak mencukupi. Distributor pun tidak mau menyuplai karena pihak rumah sakit tidak bisa membayar.

“Resikonya obat dan alat kesehatan bisa habis dan tidak cukup. Distributor juga tidak mau drop lagi karena belum bayar. RS kelabakan,” ujar Dodo pada wartawan, Rabu (16/11/2011).

Sebenarnya, kata Dodo, biaya jasa pelayanan termasuk dokter dan perawat hanyalah sejumlah kecil. Biaya terbanyak dari dana Jamkesda diperuntukkan membayar peralatan seperti selimut, infus, kebutuhan laboratorium yang semua itu merupakan kerjasama operasional dengan pemilik alat. Karena itu, jika dana macet, mereka juga akan protes.

Data BPS 2011 menyebutkan masyarakat miskin di Jawa Timur mencapai 5,3 juta orang. Untuk Jamkesmas yang ditanggung Kementerian Kesehatan, Pemerintah menargerkan jawa Timur bisa menjangkau 10,7 juta pasien tidak mampu. Ditambah lagi dengan 1.411.576 pasien Jamkesda yang ditanggung provinsi. Angka itu masih juga ditambah pasien pengguna surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang ditanggung Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dengan Jamkesda non kuota.

Seperti diketahui sejak Februari hingga September 2011 ini, Dinkes Surabaya berhutang Rp 47 miliar kepada RSU dr Soetomo untuk layanan Jamkesda non kuota. RSU dr Soetomo sudah menagihnya ke dr Esty Martiana Rachmie Kepala Dinkes Surabaya. Dinkes Surabaya sudah mengajukan PAK APBD Surabaya sebesar Rp 62 miliar. Jika besaran itu disetujui, sekitar Rp 40 miliar akan diserahkan ke RSU dr Soetomo untuk pembayaran utang Jamkesda.

Namun, dana tersebut belum bisa dipastikan. Informasi yang diperoleh, uang dari PAK yang bisa dicairkan hanya Rp 26 miliar. Itupun bukan dialokasikan untuk membayar utang Jamkesda tapi untuk dana kesehatan secara umum.(git)

[http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=57de8946aebd9cefef092b08d18b85f12011100044]

Advertisements

Filed under: Kesehatan, ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: