kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Utamakan Pengobatan Cara Rasul

DrH Briliantono M Soenarwo SpOT, FICS, MD, PhD. MBA

Republika-01 May 2011

Beberapa tahun terakhir ini, praktik pengobatan ala Rasulullah SAW atau Thibbun Nabawimulai berkembang di Indonesia. Kini, di masjid-masjid bermunculan pengobatan yang menggunakan alhijamah atau bekam. Dan, masyarakat pun mulai tertarik dengan cara pengobatan ala Rasulullah SAW itu.

Namun, sebagian kalangan masih meremehkan, bahkan memandang sebelah mata terhadap sistem pengobatan Islam yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. “Thibbun Nabawi adalah pengobatan utama, bukan pengobatan alternatif,” ujar DrH Briliantono M Soenarwo SpOT, FICS, MD, PhD. MBA direktur utama Halimun Medical Centre, kepada wartawan Republika, Damanhuri Zuhri, dan fotografer Amin Madani.

Dokter spesialis bedah tulang yang juga berpraktik di Jepang itu menegaskan, pengobatan cara Nabi SAW bukanlah merupakan pengobatan alternatif. Dokter kelahiran Bandung, 12 September 1956 itu, selalu mengutamakan pengobatan cara Islam setiap kali menangani pasien.

Hal yang tak pernah dilewatkannya adalah melakukan rukyah, minimal membaca basmalah maupun doa-doa yang lain sebelum mengobati pasiennya. Berikut petikan wawancara dengan dokter dan juga penulis buku trilogi; Allah Sang Tabib, Sehat Tanpa Obat, dan Pengobatan Kholistik Ala Rasulullah yang diterbitkan PT Al-Mawardi Jakarta, tentang kehebatan serta keunggulan pengobatan Nabi SAW

Bisa dijelaskan apa yang dimaksudkan dengan Thibbun Nabawi?

Thibbun Nabawi adalah ajaran Rasulullah SAW untuk hidup sehat dan bagaimana bersikap ketika sakit. Dalam praktiknya, sebagaimana disebutkan dalam hadis. Rasulullah SAW dalam pengobatan senantiasa menggunakan madu, air putih (air zamzari), habbatussauda (biji-bijian), dan buah kurma (buah-buahan).

Sebetulnya, air zamzam itu apa? Itu adalah air. Mengapa air? Kalau kita lihat, tubuh kita ini 70 persen isinya adalah air. Baru yang 30 persen itu yang lain-lain. Sehingga, di dalam proses metabolisme dan sebagainya membutuhkan air. Pada saat itu. di Makkah yang paling banyak ada adalah air zamzam.

Makanya, menggunakan air zamzam. Karena itu, kita jangan lantas fanatik. Oh, ini air zamzam dari Arab bisa menyembuhkan. Nggak begitu. Airnya nggak menyembuhkan. Yang menyembuhkan adalah Allah SWT melalui air zamzam itu. Jadi, bukan karena airnya

Dalam buku Allah Sang Tabib saya jelaskan melalui sudut pandang medical (kesehatan), secara ilmu kedokteran. Mengapa orang sakit harus banyak minum air? Karena proses regenerasi untuk memperbaiki sel-sel dalam tubuh itu membutuhkan zat makanan. Zat makanan ini perlu metabolisme sehingga membutuhkan air. Airnya harus cukup. Kalau airnya nggak cukup, jalannya agak lambat.

Lalu, bagaimana dengan kurma?

Ini juga perlu saya jelaskan. Kita tak boleh terjebak pada perbuatan musyrik. Misalnya, kita susah payah mencari kurma ajwa dari Madinah. Mencarinya setengah mati dan kita simpan berlama-lama karena yakin ada khasiatnya dari tanah Rasulullah SAW. Bisa musyrik kita. Itu nggak boleh.

Secara ilmu kedokteran, kurma itu apa? Buah. Jadi, ambillah buah. Buah itu apa? Sesuatu yang tumbuh dari tanaman. Yang bisa menumbuhkan tanaman itu siapa? Ini ciptaan siapa? Buah itu ciptaan Allah SWT. Jadi, apa yang dart alam adalah karunia Allah dan itu akan menyehatkan tubuh.

Ternyata, buah itu mengandung banyak fruktosa. Fruktosa itu gampang sekali diserap oleh tubuh dan langsung digunakan sebagai energi. Setelah itu biji-bijian. Mulai dari habbatussauda, jinten, dan lainnya yang di Arab. Nggak usah mencari biji-bijian seperti itu, apa saja biji-bijian yang ada di kita, bisa digunakan.

Seperti biji beras (gabah], biji jagung, dan sebagainya. Itu merupaVan obat. Untuk menyembuhkan apa? Mengapa beras dan biji-bijian itu bisa digunakan sebagai obat? Karena semua itu dari Allah SWT. Allah SWT yang menumbuhkan biji-bijian tersebut. Repotnya, kita ini suka fanatik buta. Akhirnya, kalau sudah fanatik seperti itu, jatuhnya jadi syirik. Nah, ini yang ingin saya luruskan.

Bagaimana Anda tertarik mengkaji dan mempraktikkan Thibbun Nabawi?

Saya ini lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang notabene buku-bukunya serba dalam bahasa Belanda. Acuannya dari Eropa Daratan. Setelah maju, sekarang berkiblatnya ke Amerika. Sekarang ini hampir seluruh kedokteran di Indonesia kiblatnya hampir seluruhnya ke Amerika.

Kemudian, saya enam tahun mengambil S2 dan S3 di Jepang.Di sana juga kiblatnya ke Amerika dan Jerman. Semuanya maju. Waktu belajar sfemsel, saya melihat sel tubuh itu ditaruh di atas kayak kaca. Ternyata, sel itu hidup, bergerak. Lantas, siapa yang menggerakkan sel tersebut? Kok bisa dia bergerak berjalan ke sana dan berjalan kemari? Saya meyakini pasti a,da yang menggerakkan.

Guru besar saya waktu di Jepang mengatakan, pasti ada faktor alfa. Mereka meminta saya untuk menyelidi-ki faktor alfa ini. Profesor saya bilang, kalau Anda bisa menemukan faktor alfa ini, Anda akan dapat PhD dan jadi profesor. Kemudian, saya selidiki mulai tahun 1985 sampai selesai PhD saya tahun 1990.

Saya katakan, ada suatu faktor di situ. Nah, faktor itu saya bilang adalah faktor kekuatan di stem sel ini. Kalau kita lihat darah merah menggunakan mikroskop seperti donat jalan-jalan. Tubuh kita ini terdiri atas miliaran sel darah.

Sekarang saya tanya, apakah Anda pernah memerintahkan darah, tolong kamu ke ginjal bawa kotoran jadikan air kencing. Yang satu lagi, kamu ke liver. Kita tidak pernah memerintah darah seperti itu. Mikir pun tidak. Semua sudah ditentukan. Dan, itu bukan hanya badan dan raga, tetapi seluruh sistem sel dalam tubuh yang ada miliaran sel itu semua memiliki gerak koordinasi yang sama. Yang mengatur adalah Allah SWT.

Bagaimana kedokteran modem memandang pengobatan Islam?

Saya dulu berpikirnya kedokteran Barat itu ilmu yang paling modern. Ilmu yang paling hebat. Ternyata, setelah saya menulis buku Allah Sang Tabib, semua ada dalam Alquran. Masya Allah semua ada di dalam Alquran, lalu mengapa kita tak mau mengikuti dan menerapkannya.

Contoh yang paling dekat adalah berwudhu. Dalam surah al-Baqarah [2] ayat 238. Bagaimana kita berwudhu mulai dari ujung tangan sampai ke ujung kaki. Dalam kedokteran Barat, sebelum melakukan operasi diharuskan cuci tangan, mulai dari kuku sampai ke siku. Tangannya harus seperti orang sedang berwudhu.

Mereka bilang itu ilmu modern. Saya bilang, sekitar 1400 tahun yang lalu sudah ada di dalam Alquran. Ada di antara mereka yang bilang, “Ah, Anda mengada-ada saja.” Oke saya bilang, “Boleh you bilang saya mengada-ada. Istinja (cara membersihkan diri dari buang hadas), misalnya, Rasulullah SAW memerintahkan kita buang hadas itu harus dicuci dengan air. Tidak cukup hanya dengan batu. Jadi, harus pakai air.”

Ada yang nanya sama saya, “Memang zaman dulu di sana banyak air?” Saya jawab. “Air zamzam itu berlimpah ruah.” Mereka akhirnya diam.

Kira-kira mengapa Rasulullah mengharuskan umatnya beristinja dengan air?

Tahun 1963 di Inggris. di Kota Dundee, terjadi wabah kolera yang menyebabkan banyak orang meninggal. Pemerintah Inggris akhirnya memerintahkan warganya untuk mengubah cara bersuci dari tadinya menggunakan tisu menjadi dengan air. Ternyata, wabah koleranya habis. Semua orang akhirnya memakai air untuk bersuci.

Saya datang ke Jepang pertama kali tahun 1985. Masih menggunakan tisu. Tapi sekarang, sudah tidak ada lagi. Malah Jepang yang memelopori yang namanya Eco Hygine Closet. Sekarang di sana sudah diubah, tidak ada lagi tisu. Semua menggunakan air.

Saya ceritakan hal ini kepada para dokter di Jepang. Semua itu ada dalam Alquran. Teman-teman saya di Jepang yang profesor itu bilang, “Yang paling benar itu agama Islam.”

Seperti apa sih kedokteran Islam itu?

Bulan lalu saya diundang sama YARSI. Rumah sakit satu-satunya yang menggunakan kata Islam mendidik mahasiswanya supaya jadi dokter Islam. Saya bilang Islam itu landasannya adalah Alquran dan hadis. Life sry/e-nya adalah rukun Islam dan akidah-nya adalah rukun Iman. Itu harus benar-benar dipegang.

Cara menciptakan dokter Barat dan menciptakan dokter Islam ternyata sama saja. Bedanya, yang satu bahasanya ke-Arab-Araban. Apa yang dipelajari? Sama. Sistem pengobatannya sama. Waktu saya ditanya sama Depkes, mengenai apakah pengobatansecara Islam itu dimasukkan sebagai pengobatan alternatif? Saat itu saya marah.

Saya ini orang Islam yang jadi dokter. Saya bukan dokter yang Islam. Saya nggak bisa terima. Kita sebagai orang Islam, adab kita hidup itu nomor satu. Jadi, kalau disebut pengobatan Islam itu sebagai alternatif, nggak setuju saya. Itu harus pengobatan utama. Kalau ini tidak bisa, baru pergi ke dokter ahlinya. Di dalam Alquran dan hadis juga ada.

Bagaimana sebenarnya pengobatan Islam itu?

Dalam pengobatan secara Islam, nomor satu adalah pola hidup. Pola hidup yang seperti bagaimana? Ikutilah pola hidup Rasulullah SAW. Bagaimana beliau makan, bagaimana dia tidur. Itu yang harus kita ikuti. Terus yang kedua, makan. Dalam Alquran disebutkan, sumber penyakit dimulai dari mulut dan ada yang bilang mulai dari lambung.

Awal mula penyakit itu berasal dari makan dan minum yang kita konsumsi, termasuk kata-kata yang tidak terjaga. Kalau kita sering mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain, mengeluarkan kata-kata yang kasar, akan menjadi energi negatif dan kita akan sakit.

Dan. yang ketiga adalah berolahraga. Rasulullah mengajarkan pentingnya berolahraga. Kita di zaman modern ini. apalagi di kota besar seperti Jakarta, itu selalu pergi ke gym. Untuk apa? Fitnes. Mengapa harus ke gym? Mengapa harus relaksasi.

Kita ini orang Islam mempunyai sesuatu yang istimewa, sehari lima kali kita dipanggil oleh Allahuntuk menghadap. Nah, itu kita lakukan wudhu dan sebagainya, termasuk relaksasinya. Kalau kita mengikuti bagaimana cara Rasulullah SAW shalat, itu juga relaksasi.

Dalam buku kedua saya ceritakan dan jelaskan bagaimana shalat saya lihat dari sudut kesehatan. Bagaimana peregangan otot, bagaimana peregangan saraf, dan sebagainya.

Apa upaya dokter untuk membangkitkan dan menghidupkan kembali pengobatan cara Islam?

Alhamdulillah, sekarang ini sudah banyak yang sharing. Kalau bilang belajar sama saya, orang Jawa bilang itu kemoncolan. Yang pas adalah sharing. Saya punya beberapa dokter-muda, jumlahnya ada 30 orang. Mereka mulai mengkaji pengobatan cara Islam.

Artinya, mulai ada ghirah dari dokter-dokter muda untuk mempelajari pengobatan cari Nabi SAW? Alhamdulillah, tiga minggu yang lalu, ketika saya hadir di Bekasi, kalau lihat yang datang pesertanya sampai 600-700 orang, saya optimis. Saya tanya, siapa yang nyuruh datang? Mereka jawab, mendengar informasi dari radio soal Thibbun Nabawi.

Mereka bilang awalnya coba-coba saja dengan Thibbun Nabawi, siapa tahu bisa. Setelah mendengar penjelasan saya, mereka bilang sangat yakin. Saya bilang, semua gerakan itu diawali dengan niat. Kalau niatnya saya mau sembuh, berobat dengan dokter, karena ada Thibbun Nabawi, insya Allah sembuh.

 

Bagaimana dokter mempraktikan Thibbun Nabawi?

Saya ini dokter bedah tulang yang mengakui Thibbun Nabawi. Semua pasien saya rukyah. Terus ada yang tanya, pasien dokter orang Islam semua? 70 persen pasien saya adalah Cina, bukan Muslim. Dan mereka tahu, kalau saya itu selalu rukyah.

Ketika datang, mereka bilang, “Saya orang Buddha atau orang Kristen dan sebagainya, saya mau berobat sama dokter, saya tahu dokter berdoa, saya juga berdoa dengan cara saya.” Saya katakan silakan. Ada yang tanya, bacaannya apa dokter ustaz? Saya bilang, rukyah itu adalah doa. Kalau kita niatnya adalah doa untuk penyembuhan, rukyah penyembuhan. Kalau kita niatnya adalah untuk mengusir setan, rukyah mengusir setan. Apa saja boleh.

Yang paling sederhana dalam rukyah itu kita baca basmalah. Apa yang kita harapkan dengan nama Allah? Ar-rahman dan Ar-rahimnya. Dengan rahman dan rahimnya Allah inilah menyertai saya menyembuhkan Anda. Mau memeriksa juga saya selalu membaca basmalah. Mau menulis resep obat juga saya baca basmalah. Kalau pasiennya Muslim saya ingatkan agar selalu membaca bismillah sebelum meminumobat. ed heri ruslan

[http://bataviase.co.id/node/658685]

Advertisements

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: