kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Jurus Sehat Ala Rasulullah

Republika Online – Jumat, 07 Oktober 2011 pukul 15:09:00

laporan utama
Oleh Indah Wulandari

Thibbun nabawi diyakini memiliki sejumlah keunggulan dibanding kedokteran Barat. 

Pada mulanya, banyak orang tak mengerti pengobatan atau kedokteran ala Nabi (thibbun nabawi).  Tapi, kini, terapi kesehatan versi Rasulullah itu menggugah banyak orang untuk menerapkannya. 

“Thibbun nabawi tak sekadar mengobati suatu penyakit, tapi juga upaya menjaga kesehatan dengan lima cara sesuai tuntunan Rasulullah,” ungkap praktisi thibbun nabawi dr Ali Toha Assegaf, Senin (3/10). Penemu metode Smart Healing ini menekankan cara serta gaya hidup yang lebih sehat untuk pencegahan penyakit serta mengatasi penyakit lewat substansinya.

Dijelaskan, ada lima jurus sehat yang dianjurkan Rasulullah. Pertama, mengatur makanan, mulai dari jumlah, jenis, hingga jadwal makan harus diperhatikan agar terhindar dari beragam penyakit. Ali mencontohkan nasihat Rasulullah agar tak memenuhi lambung dengan makanan, cukup sepertiga dari kapasitasnya.

Begitu pula larangan tidur seusai makan yang bisa menyebabkan mengerasnya hati. Jadwal makan pun sebaiknya dua kali sehari atau dalam porsi yang tak berlebihan. Mencampur makanan dari berbagai unsur panas dan dingin juga dianjurkan.

Hidup sehat yang kedua berlandaskan pada ibadah. Mengutip beberapa hadis, Ali mengatakan, umat Nabi Muhammad dianjurkan menjalankan ibadah shalat tahajud untuk bekal kesehatan tubuhnya. Juga kewajiban berpuasa yang bisa menyehatkan organ pencernaan. Begitu pula ibadah haji yang memerlukan olah fisik yang kuat. “Semua ibadah itu nyatanya menyehatkan tubuh,” ujar dokter yang mengenal thibbun nabawi sejak 1989 melalui buku-buku yang dibacanya.

Jurus mencapai sehat berikutnya yang dianjurkan Rasulullah adalah lewat doa. Dengan doa ditambah asupan obat-obatan dari alam, akan membantu proses penyembuhan. Yang terakhir adalah menjaga kebersihan lingkungan. “Sebelum ada masa penemuan kedokteran modern, Rasulullah telah mempunyai solusi kesehatan yang didasarkan pada wahyu Allah,” ujar Ali.

Inilah yang menjadikannya yakin pada thibbun nabawi. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini juga yakin bahwa pengobatan ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kedokteran ala Barat. Berangkat dari keyakinan itulah, ia tak lagi meresepkan obat-obatan kimia sintetis kepada para pasiennya. Penemu propoten (obat kesehatan pria alami dan Islami) ini hanya meresepkan obat dari bahan alami sesuai sunah Nabi.

Menurut Ali, pengobatan ini disebut kedokteran ala Nabi karena pengobatan ini memang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Menariknya, Rasulullah tidak semata-mata mengajarkan pengobatan, tetapi juga mengajarkan perihal kesehatan manusia secara holistik yang mencakup empat aspek utama, yakni pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, dan peningkatan kualitas kesehatan.

Keterpaduan empat aspek inilah yang mendorongnya untuk mengembangkan pengobatan ala Nabi dengan metode yang bernama Smart Healing dan mendirikan Rumah Sehat Afiat pada 2004. Ali pun memiliki cita-cita, suatu saat, kedokteran Nabi bisa menjadi mainstream dalam dunia kedokteran, sedangkan pengobatan Barat di posisi alternatif .

Tak tinggalkan rohani

Ketua Umum Asosiasi Bekam Indonesia Ahmad Fatahillah bahwa Rasulullah mengajarkan ilmu kesehatan secara holistik. Maksudnya, pengobatan ala Rasulullah menerapkan pendekatan jasmani dan rohani. “Jadi, tidak hanya jasmani yang diobati, rohaninya pun perlu ditingkatkan,” katanya.

Menurutnya, sangat penting bagi umat Islam untuk menerapkan thibbun nabawi. Bahkan, kata dia, seorang ulama besar, yakni Dr Yusuf Al-Qaradhawi, menyebutnya sebagai fardhu kifayah. Penegasan itu disampaikan dalam kitab Tasyirul Fiqih Lil Muslimil Mu’ashir yang ditulis Qaradhawi. Dalam kitab itu disebutkan, bekam termasuk fardhu kifayah. “Jadi, jika di sebuah wilayah tak ada seseorang yang mempelajarinya, semua penduduknya akan berdosa. Namun, jika salah satu dari mereka melaksanakannya serta memadai, gugurlah kewajiban dari yang lain.”

Terkait naiknya pamor pengobatan ala Rasulullah saat ini, Fatahillah melihat hal itu sebagai pertanda kian sadarnya umat Islam untuk menjalankan sunah Rasul, termasuk dalam hal kesehatan. Jika kondisi ini terus berlangsung, ia yakin, Indonesia mempunyai penduduk yang sehat jiwa dan raga.

Tak sekadar menjadi sehat, ia berharap, mereka yang menerapkan thibbun nabawi bisa meneladani akhlak Rasulullah. Dalam hal kesehatan, misalnya, para pengamal ajaran Rasulullah harus mencontoh gaya hidup dan pola makan beliau. “Contohlah akhlak dan gaya hidup Rasulullah dari hal terkecil dalam kehidupan sehari-hari.” ed: wachidah handasah

[http://koran.republika.co.id/koran/0/144920/Jurus_Sehat_Ala_Rasulullah]

Advertisements

Filed under: Kesehatan, ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: