kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

WNI berobat ke luar negeri habiskan Rp40 triliun

kabarbisnis.com – Sabtu, 05 Februari 2011 | 15:22 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sepanjang tahun 2010, kurang lebih 2 juta warga negara Indonesia (WNI) berangkat ke luar negeri, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Diperkirakan dana yang dihabiskan untuk perjalanan dan pelayanan kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya, mencapai hampir Rp40 triliun.

Selain itu, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 230 juta, hanya 95 juta orang yang memiliki asuransi. Selain soal pembiayaan, jumlah sumber daya kesehatan masih sangat terbatas. Sekarang hanya ada 40 ahli onkologi, jumlah ini sangat sedikit dibandingkan penduduk Indonesia.

Fakta ini menunjukkan banyak aspek pelayanan kesehatan yang harus diperbaiki di negeri ini. Bukan hanya terkait fasilitas dan layanan, namun juga akses informasi yang diberikan kepada pasien secara transparan, ungkap Hanum Yahya, Direktur Komunikasi dan Hubungan Kepemerintahan Sanofi Aventis Group di Jakarta, Sabtu (5/2/2011).

Lebih menyedihkan lagi, sambung dia, pelayanan kesehatan bagi pasien kurang mampu yang tidak diterima oleh rumah sakit, merupakan masalah yang menjadi perhatian bersama. Masak, hanya karena tidak memiliki surat-surat yang menjadi persyaratan umum, lantas membiarkan penyakitnya berlarut-larut.

Memang, masalah pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi isu utama yang kerapkali jadi bahan pembiacraan. Bahkan, laporan WHO menyebutkan Indonesia menempati urutan 92 dari total 193 negara berkaitan dengan pelayanan kesehatan, ucapnya.

Karena kondisi itu, tahun 2011, Menteri Kesehatan memfokuskan salah satu programnya yakni meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat tak mampu dan yang tinggal di daerah terpencil. Fokus program ini menunjukkan, Kementrian Kesehatan sadar akan perlunya peningkatan aksbilitas dan kesataraan dalam pelayanan kesehatan.

Sanofi-Aventis yang beroperasi di Indonesia selama lebih dari 40 tahun, memiliki perhatian yang besar dalam masalah pelayanan kesehatan, dengan menggelar forum diskusi serta pemutaran film dokumenter “Conspiracy of Silience” karya Nia Dinatha.

Film durasi 70 menit menceritakan kisah tiga masyarakat yang merasa bahwa haknya terhadap pelayanan kesehatan tidak terjamin dan terpenuhi. Satu pasien rumah sakit yang pita suaranya hilang akibat malpraktek.

Seorang warga miskin yang susah mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena kartu tanda pengenalnya hilang. Dan seorang ibu kaya yang berjuang karena dua anak kembarnya menjadi korban malprakter di rumah sakit international.

Juga mengungkap peranan Majelis Konsil Kedokteran Indonesia. Yang memutuskan perkara malpraktek dengan memutus dokter yang menangani tak bersalah. Kbc10

[http://www.kabarbisnis.com/read/2817880]

Advertisements

Filed under: Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: