kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Indonesia Kekurangan Ribuan Psikiater

koran.republika.co.id | Jumat, 08 Juli 2011 pukul 10:27:00

Prima Restri

JAKARTA — Indonesia kekurangan tenaga kesehatan kejiwaan atau psikiater. Secara nasional, Indonesia membutuhkan 2.000 orang psikiater, namun yang ada baru 600 orang. Padahal, akibat gangguan kesehatan jiwa di Indonesia, kerugian ekonominya diperkirakan mencapai Rp 20 triliun per tahun.

“Masih banyak sekali tenaga kesehatan jiwa yang perlu ditambah,” kata Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Irmansyah, di Jakarta, Kamis (7/7). Berdasarkan standar ideal pelayanan seorang psikiater adalah satu banding 100 ribu penduduk.

Kondisi saat ini, kata Irmansyah, jelas kurang tenaga kesehatan jiwa. Saat ini jumlah rumah sakit jiwa (RSJ) di seluruh Indonesia sebanyak 48 unit, yang terdiri atas 32 unit RS milik pemerintah dan 16 unit RS milik swasta. Sedangkan penderita gangguan emosional dan kejiwaan di Indonesia saat ini sebanyak 19 juta jiwa dan di atas satu juta mengalami gangguan mental berat. Dengan jumlah tenaga yang ada, katanya, paling banyak ada dua psikiater untuk setiap RS.

Dengan jumlah penderita tersebut, Menurut Menko Kesra Agung Laksono, kerugian ekonomi yang terjadi akibat gangguan kesehatan jiwa, minimal mencapai Rp 20 triliun per tahun di Indonesia. Masalah ini, katanya, perlu segera diatasi mengingat tujuan pembangunan millenium development goals (MDGs) 2015.

“Gangguan jiwa menyebabkan orang tidak bekerja, memicu kekerasan yang berefek merusak, dan juga akibat gangguan jiwa atau stres banyak orang yang menggunakan narkoba,” kata Agung seusai rapat koordinasi tingkat menteri tentang penanggulangan terpadu masalah kesehatan jiwa.

Ia menjelaskan, prevalensi gangguan jika ada di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Penyebabnya, kata dia, seperti kekerasan dalam rumah tangga, tekanan selama menjadi TKI di luar negeri, dampak bencana alam, dan tekanan ekonomi keluarga.

Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan hal senada. Menurutnya, paling banyak penderita gangguan jiwa adalah disebabkan bencana, remaja pecandu narkoba, dan kekerasan yang dialami TKI. “Kita sudah punya tim penanggulangan masalah kesehatan jiwa. Tapi, kerja tim belum optimal karena baru diatur oleh Keputusan Menteri Kesehatan.” Untuk itu, aturan ini akan ditingkatkan menjadi Peraturan Presiden agar penanganannya terintegrasi dalam program lintas sektor. ed: dewi mardiani

http://koran.republika.co.id/koran/33/138547/Indonesia_Kekurangan_Ribuan_Psikiater

 

Advertisements

Filed under: Kesehatan, , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: