kliping berita

Icon

Just another WordPress.com site

Guru Paksa Murid Terpintar Berikan Contekan UN ke Seluruh Siswa

Minggu, 05 Juni 2011 19:33 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA– Kepala sekolah, wali kelas, dan oknum guru F di SDN Gadel 2, Tandes, Surabaya, terancam mendapatkan sanksi administratif akibat contek massal saat ujian nasional (UN) 2011 tingkat SD.

“Kami merekomendasikan UN di SDN 2 Gadel tidak perlu diulang agar tidak merugikan murid dan orangtua, tapi kepsek, wali kelas dan guru F perlu mendapatkan sanksi administratif,” kata anggota Tim Independen Pemkot Surabaya Prof Daniel M Rosyid di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, AL, siswa pintar di SDN itu yang mengerjakan jawaban soal untuk didistribusikan kepada rekan-rekannya, terpaksa memberikan contekan kepada teman-temannya, karena “perintah” dari oknum guru, bahkan sekolah itu sempat mengadakan “gladi resik” contek massal itu.

“Kami juga menemukan praktik ‘bullying’ (menghardik) terhadap AL, karena itu kami merekomendasikan keluarga AL dilindungi oleh pihak kepolisian dari intimidasi. Ancaman tersebut berasal dari guru senior dalam hal ini, wali kelas dan sesama temannya,” katanya.

Dalam pengakuannya, AL dipaksa memberikan contekan. “Guru saya, Pak F yang menyuruh saya memberi contekan. Sebelum UN justru dia mengatakan kapan lagi saya bisa membalas budi para guru. Kata Pak F, apa tidak kasihan kalau teman saya tidak lulus,” kata Daniel menirukan AL.

“Laporan kecurangan dari keluarga AL kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Surabaya sudah menjadi kewajibannya. Laporan kecurangan ini harusnya direspons secepatnya. Kejujuran dari masyarakat harus dijaga dan jangan sampai ada kesan kalau jujur yang ‘ajur’ (hancur),” katanya.

Kasus itu terungkap setelah orang tua siswa SD Gadel yang pintar itu, Ny S, melapor ke Diknas Surabaya terkait anaknya, AL, yang dipaksa gurunya untuk memasok bahan contekan untuk siswa pada tiga kelas di SDN 2 Gadel.

Bahkan, tiga bulan sebelum pelaksanaan UN, AL sudah didoktrin gurunya agar patuh untuk memberi contekan dengan alasan membantu teman dan membalas budi guru. Hal itu dilakukan karena dari hasil “try out” diketahui ada 25 persen dari 60 siswa kelas 6 di sekolah itu yang kemungkinan tidak lulus.

Untuk menyukseskan praktik mencontek itu, wali kelas AL sempat melakukan tiga kali simulasi, sehingga masing-masing siswa sudah memiliki peran dengan Al sebagai pemasok bahan contekan, lalu ada yang menggandakan jawaban contekan dan ada yang mengedarkannya ke kelas lain.

Dalam laporan itu, Ny S menyesalkan tindakan sekolah yang mengajari anaknya untuk tidak jujur, padahal dirinya sudah bersusah payah mengajari anaknya untuk jujur dan dirinya juga bekerja keras untuk menyekolahkan anaknya itu.

Namun, AL dikabarkan tidak ikhlas dengan “perintah” gurunya yang tidak benar itu, karena itu ia terpaksa melakukan dan hal itu dilakukan dengan cara yang tidak sepenuhnya mengikuti “perintah” itu.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara
[http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/06/05/lmbhj6-guru-paksa-murid-terpintar-berikan-contekan-un-ke-seluruh-siswa]
Advertisements

Filed under: Pendidikan, ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: